Reksadana BCA, Mari Kenali Lebih Dalam

REKSADANA BCA, Mari Kenali Lebih Dalam – Pernahkah Anda mendengar tentang Reksadana? Reksadana sebenarnya merupakan wadah yang dipakai untuk menghimpun dana dari pemodal (masyarakat) agar bisa diinvestasikan oleh manajer investasi dalam bentuk portofolio efek. Sementara Reksadana BCA merupakan salah satu hasil kerjasama atau kongsi yang dilakukan oleh PT. Danareksa dengan Bank Central Asia untuk mewujudkan pembangunan masyarakat modal.

Pengertian dan Produk Dari Reksadana BCA

Reksadana pada dasarnya adalah wadah investasi yang tergabung dengan Bank BCA sejak 29 Januari 2014. Meskipun masih baru, faktanya dana yang terhimpun sebagai hasil dari dana investasi para pemodal di Bank Central Asia tidak bisa dipandang sebelah mata. BCA adalah salah satu bank terkemuka yang aktif dalam menawarkan solusi untuk para investor yang memang berencana untuk menanamkan dananya. Bukan hanya investor dengan modal besar, investor muda yang ingin menyisihkan tabungan atau penghasilannya juga bisa masuk dalam bentuk investasi ini. Sebab hanya dengan modal Rp 200.000,00, para investor atau pemodal dalam memilih Danareksa Campuran atau Danareksa Saham.

Dalam transaksi investasi Reksadana BCA ini, pihak BCA hanya berperan sebagai salah satu Agen dari Penjual Efek Reksadana. Artinya adalah BCA adalah pihak yang melakukan kegiatan penjualan Efek Reksadana sesuai dengan kontrak kerja sama yang dilakukan dengan Manajer Investasi yang mengelola Reksadana. Untuk penjelasan lengkap terkait dengan transaksi pembelian atau produk, investor dapat mendapatkan informasinya dari BCA. Hal yang perlu Anda ingat adalah bank BCA tidak bertanggungjawab apabila terdapat kesalahan dalam pengelolaan dana. Disamping itu, dana yang masuk dan dihimpun juga tidak dijamin secara langsung oleh pihak bank. Karena bank BCA pada dasarnya hanya agen. Meskipun demikian, Anda tidak perlu cemas karena Reksadana sudah memiliki sejarah dengan kinerja yang sangat terjamin kualitas dan keamanannya. Sehingga bisa dijadikan sebagai jalan investasi yang menjanjikan untuk masa yang akan datang.

 

Apalagi Reksadana BCA juga diawasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Sehingga semua kegiatan reksadana akan tetap dilakukan oleh pihak karyawan bank yang bersangkutan. Dimana dalam hal ini bank dianggap sebagai perwakilan yang ditunjuk oleh pihak Danareksa. Suatu Reksadana pada dasarnya didirikan sesuai dengan Kontrak Investasi Kolektif yang dilakukan antara Bank Kustodian yang dalam hal ini memiliki fungsi sebagai pihak yang menyimpan semua aset Reksadana, melakukan administrasi, mengirimkan sekaligus menerbitkan surat konfirmasi laporan bulanan dan transaksi kepada pemodal atau investor Reksadana dengan Manajer Investasi. Sekedar informasi, Manajer Investasi ini adalah pihak yang memantau dan mengelola portofolio efek yang  akan diinvestasikan. Saat investor atau pemodal melakukan investasi reksadana, maka secara otomatis investor nantinya akan memperoleh unit penyertaan reksadana. Hal ini akan diinformasikan secara langsung oleh pihak Bank Kustodian yang dalam hal ini adalah BCA melalui Laporan bulanan dan Surat Konfirmasi Transaksi. Investasi memang dikenal sebagai salah satu investasi terkini yang paling banyak dicari masyarakat. Untuk Anda yang tertarik dengan investasi ini, tentunya harus mengetahui apa saja produk Reksadana BCA. Berikut ini adalah penjelasan tentang jenis produk yang tersedia dalam reksadana.

1.  Reksadana Terproteksi

Produk dari Reksadana BCA yang pertama adalah Reksadana terproteksi. Reksadana ini menawarkan mekanisme proteksi sampai dengan 100% terhadap nilai investasi awal jika nilai investasi dipertahankan hingga tanggal jatuh tempo. Perlindungan ini tidak akan berlaku jika investasi dicairkan oleh investor sebelum waktu tanggal jatuh tempo. Produk reksadana ini sangat pas untuk Anda yang ingin menanam modal atau berinvestasi dengan jangka waktu antara 1 sampai 3 tahun atau untuk investor yang ingin meminimalisir risiko.

2.  Reksadana Pasar Uang

Produk Reksadana BCA selanjutnya adalah Reksadana Pasar Uang yang pada dasarnya hanya melakukan investasi terhadap instrumen pasar uang yang berlaku di dalam negeri atau bisa juga Efek yang sifatnya adalah utang yang kemudian diterbitkan dalam jangka waktu maksimal 1 tahun. Bisa juga diterbitkan apabila sisa jatuh tempo investasinya maksimal 1 tahun. Produk reksadana ini sangat pas untuk Anda yang ingin melakukan investasi jangka pendek karena tempo pencairannya kurang dari 1 tahun.

3.  Reksadana Campuran

Selanjutnya ada reksadana Campuran yang merupakan produk investasi pada Efek yang sifatnya ekuitas, berdasarkan instrumen pasar uang dan Efek bersifat utang. Produk reksadana ini umumnya dipilih oleh para investor yang ingin menanamkan modal dalam jangka waktu 3 sampai dengan 5 tahun.

4.  Reksadana Saham

Kemudian ada Reksadana Saham yang merupakan investasi paling kecil 80% dari total Nilai Aktiva Bersih berbentuk Efek yang sifatnya ekuitas. Produk reksadana ini biasanya dipilih untuk investasi dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun.

5.  Reksadana Pendapatan Tetap

Terakhir, ada reksadana pendapatan tetap yakni reksadana yang investasinya paling kecil 80% dari jumlah Nilai Aktiva Bersih yang berbentuk Efek sifatnya utang. Reksadana pendapatan tetap cocok dipilih untuk investasi dalam jangka waktu 1 sampai dengan 3 tahun.

 

Ada banyak sekali alasan kenapa para investor suka menanamkan modalnya dalam Reksadana BCA. Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa reksadana bisa dijadikan sebagai pilihan investasi yang tepat.

Alasan Reksadana BCA bisa menjadi pilihan Investasi Tepat

1 . Transparansi

Transparansi adalah hal penting yang memang diutamakan oleh Reksadana. Dimana publik dapat mengetahui instrumen portofolio investasi, komposisi aset sekaligus biaya dan risiko yang akan dihadapi saat memilih jenis investasi ini. Tak hanya itu, proses pembukuan dan laporan keuangan juga dilakukan secara langsung oleh pihak independen yang bonafit seperti BCA selain Manajer Investasi. Yang dalam hal ini, bank BCA berperan sebagai Bank Kustodian dan diharuskan untuk diperiksa secara terbuka dan detail  oleh pihak Akuntan Publik yang sudah terdaftar di OJK.

2.  Diversifikasi Investasi

Manajer investasi bisa melakukan diversifikasi portofolio terhadap nilai investasi sehingga risiko yang timbul bisa diperkecil.

3.  Likuiditas

Penjualan serta pembelian unit penyertaan bisa dilakukan kapan pun setiap hari bursa. Sementara pencairan dana yang didapatkan dari hasil penjualan akan dikembalikan ke Pemegang Unit Penyertaan (rekening) maksimal 7 hari bursa.

4.  Pengelolaan yang profesional

Pengelolaan kekayaan investasi dipantau dan dikelola oleh Manajer Investasi berpengalaman dan profesional dalam bidang investasi. Sehingga Anda tidak perlu repot melakukan pengamatan pasar dan pekerjaan administrasi.

5.  Terjangkau

Alasan lain kenapa Reksadana BCA sangat diminati adalah karena dana investasinya yang relatif kecil sehingga siapapun bisa melakukan investasi dengan mudah.

6.  Bukan Objek Pajak

Keuntungan dari hasil penjualan kembali investasi Reksadana BCA bukanlah objek pajak. Jadi Anda tidak perlu mengkhawatirkan apapun yang berkaitan dengan pajak.

7.  Adanya Potensi besar dalam Pertumbuhan Nilai Investasi

Hasil investasi yang diberikan sangat sesuai dengan tingkat risikonya. Semakin besar dana investasi maka semakin besar pula keuntungan yang diperoleh. Meskipun nilai investasi tersebut juga akan berdampak pada tingkat risikonya.

 

Demikianlah informasi lengkap terkait dengan pengertian Reksadana BCA. Dengan adanya ulasan kali ini, semoga Anda semakin memahami maksud dan tujuan dari investasi di reksadana.