Mengenal Reksa Dana, Jenis dan Manfaatnya

APIP.BIZ, Pengertian reksadana – Pasti sering mendengar kata Reksa Dana, apa itu reksa dana? Reksadana adalah sebuah wadah yang berfungsi untuk mengumpulkan atau menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang kemudian diinvestasikan ke dalam bentuk Portofolio Efek oleh sang Manajer Investasi.

Lalu apa keuntungan Rekasa Dana itu, reksadana dapat membantu dan memudahkan nasabah untuk investasi, terus manager invetasi juga akan melakukan penyelesaian transaksi beserta pembukuan. Jika Anda berniat untuk mulai terjun ke dalam dunia rekasa dana, biasanya ada minimal dana yang dibutuhkan.

Reksa dana dibagi menjadi dua bagian, reksa dana tertutup dan reksadana terbuka.

Reksadana tertutup adalah menjual unit penyertaan dengan jumlah angkat tertentu hanya pada saat penawaran umum perdana. Ketika nasabah hendak menarik investasi yang dimilikinya, maka ia harus menjual unit penyertaan melalui bursa efek, sama halnya dengan saham pada umumnya.

Adapun harga dari reksa dana ini ditentukan langsung oleh pasar, sehingga nasabah dapat memperdagangkannya di bawah atau di atas NAB. Nah, untuk harga pasar bergantung dari penawaran dan permintaan di bursa. Untuk NAB didapat dari nilai semua aset dikurangi beban serta dibagi oleh jumlah unit penyertaan yang tengah beredar.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu! Pahami Ciri-Ciri Investasi Emas Bodong

Reksadana Terbuka merupakan penyedian unit penyertaan untuk penarikan secara berkelanjutan dan pembelian. Unit ini biasanya dijual oleh agen penjual yang bisa juga perusahan itu sendiri atau perantara, bank ataupun agen asuransi.

Menariknya, para pemodal bisa mendapatkan keuntungan yang menggiurkan dari invetasi reksa dana saham, seperti pendapatan tetap dan campuran serta dari pasar uang. Ketika sebuah portofolio reksadana naik nilai pasarnya, maka NAB reksadana tersebut turut mengalami kenaikan.

Jenis Reksa Dana

Reksadana memiliki beberapa kategori yang sesuai dengan jenis aset yang dikelolanya. Di bawah ini ialah beberapa jenis reksadan terbuka:

Reksa Dana Saham

Reksadana jenis ini biasanya memfokuskan diri kepada apresiasi modal jangka panjang. Ada sedikitnya 80% dari total keseluruhan investasi pada saham yang telah terdaftar. Reksadana dalam bentuk saham bisa menjadi pilihan yang tepat untuk investasi jangka panjang sebab bisa memberikan imbal hasil yang menguntungkan.

Reksa Dana Pendapatan Tetap atau Obligasi

Jenis ini menempatkan minimnya diangkat 80% dari total keseluruhan investasi dalam efek yang memiliki sifat hutang, bisa diterbitkan oleh pemerintah, korporasi ataupun agen pemerintah.

Tujuan adanya reksadana obligasi ini ialah memberikan laju pendapatan tetap kepada investor, tidak hanya itu reksadana ini juga diklaim dapat memberikan imbal balik yang lebih menguntungkan dari pada suku bunga pasar uang. Harga obligasi dapat mengelami penurunan yang dipengaruhi oleh naiknya tingkat suku bunga.

Reksa Dana Campuran

Dari namanya sudah nampak ya, gabungan dari efek ekuitas, obligasi serta surat-surat berharga. Tujuan reksadana ini ialah memberikan keuntungan dan pertumbuhan yang stabil bagi pemilik modal, reksadan campuran juga diyakini memiliki pertumbuhan yang lebih tinggi dari pada reksadan obligasi, dengan tikat volatilitas yang semakin rendah dari pada reksadana saham.

Reksadana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang ini menempatkan investasi pada efek hutang jangka pendek seperti surat berharga komersil, sertifikat deposito dan SBI. Reksadana pasar uang tidak mematok biaya pembelian ataupun penarikan dengan bertujuan untuk meningkatkan lajun pendapatan dan menjaga tingkat likuditas.