Mendag Buka Lahan Investasi untuk 100 Pengusaha Korea Selatan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menawarkan investasi sektor manufaktur kepada 100 pengusaha Korea Selatan. Dalam kunjungannya tersebut, Thomas mengutarakan bahwa industri manufaktur menjadi sektor utama yang diharapkan dapat menopang capaian realisasi investasi pada tahun ini.

“Sesuai dengan petunjuk Menko Perekonomian maka upaya-upaya untuk menarik investasi dari sektor industri manufaktur terutama yang tergolong padat karya akan terus dilakukan,” tutur Thomas dilansir republika, Sabtu (27/8).

Seperti yang diungkapkan Thomas, dari beberapa aspek mendasar yang bakal dilihat oleh investor sebelum menanamkan modalnya yakni terkait dengan tingkat keuntungan atau profitability. Dengan tingkat keuntunga yang tinggi, diharapkan akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

Berdasarkan data BKPM, sektor manufaktut berkontribusi hingga 60,5 persen atau senilai Rp. 180,26 dari total investasi pada kurun waktu Januari-Juni 2016. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yakni sebesar 59,8 persen atau senilai Rp. 112,8 triliun. Thomas mengatakan, Indonesia tidak hanya menawarkan sektor investasi yang menarik akan tetapi juga memegang prinsip keadilan.

“Prinsip keadilan atau fairness ini menjadi aspek yang fundamental dari berusaha, ini yang kami tawarkan kepada investor Korea Selatan ialah keadilan berusaha di Indonesia,” tambah Thomas.

Pada periode Januari-Juli 2016, jumlah investasi Korea Selatan hingga 471,58 juta dolar AS dengan angka proyek hingga 1.504. Thomas menegaskan, BKPM akan terus berupaya untuk meningkatkan investasi Korea Selatan. Lagi pula negara tersebut menduduki peringkat ke delapan sebagai investor di Indonesia.