Harga Karet Indonesia Mulai Ada Titik Terang

Setelah sekian lama tak berharga, kini harga karet tampaknya mulai mengalami perbaikan. Apalagi peningkatan harga komoditas yang pernah menjadi andalan ekonomi rakyat itu bisa dikatakan lumayan drastis.

Pada Kamis (6/10/2016) lalu saja, harga karet di wilayah Barito Utara sudah sampai Rp 10.847 per kilogram.

Tetapi nilai Rp 10 ribu itu hanya berlaku untuk kadar karet kering (K3) 68%. Kenaikan harga tersebut diakui pabrik pengolahan karet, PT Borneo Lestari yang terletak di Palangka Raya.

“Memang ada kenaikan per pekan lalu,” jelas Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Batara, Ir Iwan Rusdani MP melalui Kabid Produksi Perkebunan Tri Indra Hartono.

Indra menjelaskan, harga karet di Indonesia mengikuti harga karet dunia dengan acuan Standart Malaysian Rubber (SMR), karena pasar lari ke Malaysia bukan negara lain. Dijelaskannya Indonesia, belum bisa menembus pasar Jepang, dimana karet dihargai Rp 13.500 per kilogram.

Dia menjelaskan, harga karet tak dapat ditutup-tutupi atau dimainkan oleh tengkulak. Terlebih publik sudah dapat mengakses harga melewati website.

Kendati demikian, harga karet itu tidak berlaku bagi petani konvensional yang karetnya basah, yakni petani yang merendam karet dalam sak di sungai dan parit. Untuk karet rendaman begitu, tetap memiliki harga namun harga komoditas tersebut tidak lebih baik dari harga karet kerik yakin dengan harga Rp 5.000 mencapai Rp 6.000 per kilogram.

Diutarakan Indra, Pemkab Batara sudah melaksanakan upaya membela petani karet. Contohnya dengan membina pembinaan Bahan Olahan Karet (Bokar) melewati unit pengolahan dan pemasaran Bokar bersih.

“Pembinaan ini membuahkan hasil, karet tidak direndam dan dengan bahan pengental yang dianjurkan pemerintah,” cetus Indra.

Ditambahkan Indra, kelompok binaan ini sudah memproduksi Bokar yang dijual ke pabrik di Palangka Raya dengan harga Rp 10 ribu/Kg. Berbeda dengan petani yang menjual ke Banjarmasin, Kalsel akan diharga karet basah yakni Rp 6 ribu/Kg. “Kami ada MoU dengan pabrik sejak tahun 2015, ini yang mendukung petani,” pungkasnya.